Bina Budaya Baca, Komunitas Literasi Sumba Gelar “Wisata Literasi 2018”

Bina Budaya Baca, Komunitas Literasi Sumba Gelar “Wisata Literasi 2018”

Bina Budaya Baca, Komunitas Literasi Sumba Gelar “Wisata Literasi 2018”

SUMBA, NTT [KOMPOS.net]—Seperti yang telah diketahui bahwa NTT menduduki peringkat ketiga dari 11 provinsi sebagai provinsi yang membutuhkan penanganan khusus dalam penuntasan buta aksara.

Selain pemerintah, dukungan dari seluruh masyarakat juga sangat berpengaruh terhadap pencapaian penuntasan buta aksara di Indonesia.

Setelah sukses mengimplementasikan program kirim buku bebas biaya ke suluruh penjuru Tanah Air melalui PT Pos Indonesia, kegiatan literasi di NTT, khususnya di Sumba Tengah tumbuh berkembang. Hal tersebut dapat membantu pegiat literasi dalam menangani rendahnya kemampuan literasi masyarakat, baik anak-anak maupun dewasa.

Mengamati geliat gerakan literasi di wilayah Sumba Tengah, Komunitas Literasi Bergerak Sumba Tengah (KLBST) akan menggelar kegiatan perayaan literasi bertajuk “Wisata Literasi”.

Kegiatan literasi pertama ini akan dilaksanakan pada 9 September 2018, mendatang. Adapun tema yang diangkat dalam kegiatan wisata literasi tersebut: “Literasi Memeluk Mereka yang Mencintainya.”

Wisata literasi tersebut dirancang sedemikian rupa untuk narik perhatian masyarakat setempat. Di sana akan ada pameran buku yang dimotori oleh Komunitas Baca Peka Oli dan Dinas Perpusataan Dan Kearsipan Kabupaten Sumba Tengah. Diskusi literasi akan dibawakan oleh Dodi Rokhdian dari Sokola Rimba, serta Pentas seni oleh anak-anak dampingan komunitas baca Peka Oli, Komunitas English Goes to Kampung, dan mendongeng oleh Stella I. R. R Pawolung (Juara 1 Lomba bercerita tingkat SD/MI 2018 Kabupaten Sumba Tengah).

Diana Timoria, selaku ketua pelaksana wisata literasi, mengatakan bahwa wisata literasi ini pertama kalinya diadakan oleh KLBST. Meski begitu, ia berharap kegiatan tersebut akan berjalan dengan lancar dan tentunya semangat literasi yang sudah terpupuk, terus menular. “Kami percaya, semesta akan mendukung niat baik kami,” tambahnya saat diwawancarai beberapa, kemarin.

Wisata literasi tidak akan berjalan dengan baik tanpa adanya kerja sama dari semua pihak. Kegiatan tersebut terlaksana dengan semangat kerelawanan (keswadayaan) dan kerja sama antara Pemerintah Desa Anajiaka, PKK Desa Anajiaka, Karang Taruna Desa Anajiaka, Komunitas Literasi Sumba Tengah, serta Komunitas English Goes To Kampung (EGK).

Pasca deklarasi Praha di Ceko tahun 2003, literasi telah menjadi suatu bentuk perjuangan internasional. Dalam kegiatan deklarasi yang sama, pengertian tentang literasi semakin luas tidak hanya mengenai baca dan tulis. “Literasi mencakup bagaimana seseorang berkomunikasi dalam masyarakat. Literasi juga bermakna praktik dan hubungan sosial yang terkait dengan pengetahuan, bahasa, dan budaya.” (UNESCO, 2003).

Saat ini, literasi memiliki 6 hal mendasar, yakni, aktivitas baca tulis, numerasi, sains, finansial, digital, budaya, dan kewarganegaraan.

Di era digital ini, kecakapan literasi merupakan sebuah kemampuan yang harus dimiliki setiap individu. Oleh sebab itu, literasi telah menjadi salah satu elemen penting dalam kehidupan bermasyarakat. (Ris/red)

 

leave a comment

Create Account



Log In Your Account