Giat Nguri-Uri Seni Budaya Wayang, Wihaji Dilantik sebagai Pengurus Pepadi Jateng

Giat Nguri-Uri Seni Budaya Wayang, Wihaji Dilantik sebagai Pengurus Pepadi Jateng

Giat Nguri-Uri Seni Budaya Wayang, Wihaji Dilantik sebagai Pengurus Pepadi Jateng

SEMARANG, Jateng [Kompos.Net] – Getol nguri-uri seni budaya tradisional wayang kulit, Bupati Wihaji dikukuhkan sebagai Ketua Bidang Kesejahteraan dan Advokasi Persatuan Pengurus Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Jawa Tengah masa bakti 2019-2024. Pelantikan berlangsung di Halaman Kantor Gubernur Provinsi Jawa Tengah, Semarang, Sabtu (2/1/2019) oleh Ketua Umum Harian Pepadi Pusat Kondang Sutrisno.

“Bupati Wihaji punya kepedulian tinggi melestarikan dan mengembangkan serta memotivasi generasi untuk lebih mencintai dunia pewayangan sebagai warisan leluhur kita,” kata Ketua PPDI Kabupaten Batang Retno Dwi Irianto.

Menurutnya, seni pewayangan kalau tidak kita uri-uri akan tergerus oleh perkembangan seni budaya asing sehingga kalau tidak dikenalkan dan dicintai oleh generasi penerus akan tersingkir.

“Bupati sangat konsen terhadap budaya seni pewayangan yang sering disinggung dan kenalkan oleh siswa sekolah pada saat Bupati mengajar, maupun dalam berbagai kesempatan,” kata Retno Dwi Irianto yang juga sebagai Asisten Sekda Batang.

Dalam berbagai kesempatan event, lanjutnya, Bupati sering menggelar berbagai event dan ada pagelaran wayang kulit. Hal ini lebih pada agar masyarakat mencintai seni budayanya sendiri.

Dijelaskan pula bahwa untuk lebih menggairahkan seni wayang, Bupati juga memberikan dukungan anggaran kepada Pepadi yang digunakan untuk kegiatan pagelaran wayang kulit, pembinaan dalang-dalang kecil.

“Pepadi akan gelar wayang kulit setiap tiga bulan sekali di Pendodopo, dan guna mendukung publikasi akan menggandeng radio Abirawa,” jelas Retno Dwi Irianto.

Dalam perhelatan yang juga dihadiri oleh Sekda Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono itu, Bupati Batang Wihaji mengatakan bahwa nguri-uri seni budaya merupakan tugas kita bersama untuk melestarikan warisan leluhur.

“Tanpa ada peran kita bersama untuk mengenalkan seni budaya kepada generasi penerus, terutama  wayang, akan kehilangan etika berbudaya,” kata Wihaji.

Seni wayang merupakan seni mahakarya dunia yang diditetapkan oleh UNESCO karena seni tersebut memiliki filosofi yang luar biasa untuk dijadikan tontonan, tuntunan, dan tatanan hidup.

“Ada ajaran-ajaran moral, karakter, serta etika dalam kehidupan yang  diperankan oleh wayang sehingga perlu sekali masyarakat untuk terus menghidupkan dan mewariskan dengan berbagai cara kerativitas inovasinya,” ujar Wihaji. (Edo/Red)

leave a comment

Create Account



Log In Your Account