Grup Band Migsel dari Batang Ramaikan Belantika Musik Indonesia

BATANG [Kompos.net]—Turut meramaikan belantika musik Indonesia, grup band asal Kabupaten Batang Jawa Tengah, Migsel Limpung hadir dengan sentuhan yang berbeda.

Terbentuk pada tanggal 17 Agustus 2012. Dengan basic pertama yaitu music ala Jamaika, Migsel mulai mengawali kiprah di dunia music Reggae sejak awal terbentuknya band.

Awal terbentuknya Migsel digawangi oleh 4 orang yang semuanya teman satu desa. Hingga akhirnya Migsel pun memutuskan untuk merubah genre dari yang sebelumnya Reggae menjadi Jamaican Sound (perpaduan reggae, rocksteady dan ska).

Tak jauh berbeda dari reggae memang karena akar dari musik reggae ska dan rocksteady adalah sama yaitu musik yang berasal dari negara Jamaika. Namun band yang kini digawangi oleh 10 personil ini sepakat mengganti genre mereka sejak 2014 lalu.

Meskipun sempat mengalami pergantian personil selama beberapa kali, akan tetapi band yang berasal dari Kota Emping, Kecamatan Limpung Kabupaten Batang ini tetap menunjukkan eksistensinya dengan terus menciptakan karya – karyanya.

Maka tidak heran band ini selalu melahirkan single-single terbarunya. Beberapa single yang telah diciptakan antara lain Janji Palsu, Sederhana, dan yang terbaru adalah lagu Limpung Van Java.

Untuk lagu Limpung Van Java sengaja mereka buat untuk persembahan kepada kota kelahiran mereka. Limpung van java yang mana menceritakan suasana di kota Limpung, kehangatan yang dirasakan di sana, keramahtamahan orangnya, keindahan kota limpung. Maka tidak heran lagu ini juga dapat menjadi pelipur rindu (obat kerinduan akan kampung halaman) orang-orang yang mungkin sedang merantau jauh dari keluarga, jauh dari suasana limpung.

Tertuang jelas di lirik lagu ini “di sini tempat kita pulang, di sini rumah kita, nikmati bersama kalian, bersama kita semua……”. membuat siapa saja yang jauh dari kota kelahiran (limpung) baper ketika mendengarkan lagu ini.

Untuk single lain yang tak kalah hits dari Limpung Van Java adalah Sederhana. Lagu ini menceritakan tentang kesederhanaan seorang scoteris, setiap bangun pagi bangun. Pagi untuk siap berangkat kerja dengan semangat penuh canda tawa, meskipun memakai baju robek-robek inilah aku yang apa adanya. Kebahagiaan secoteris ini pun sederhana, bervespa (riding) bersama teman-teman sesama secoteris jalan ke sana ke mari, itu saja. Lagu ini dipersembahkan untuk komunitas di mana Migsel lahir, yang mana dari lingkungan komunitas vespa Batang.

Dua lagu itu cukup dikenal oleh baik pecinta musik reggae ska Batang, Kendal, Semarang, Pekalongan dan para scooteris di Batang. Menurut Firdaus Arief Rachman (Vokalis migsel) mengatakan bahwa alasan dibuat nama MIGSEL karena dulu (awal-awal migsel) hampir setiap malam minggu mereka habiskan untuk latihan bersama ‘ngulik’ bersama, membahas lagu yang akan dibawakan di atas panggung, hafalan kunci gitar. Lalu untuk selasanya band MIGSEL adakan latihan bersama di studio music, begitulah folisofi dari Band Migsel.

Kini dengan personil yang terdiri dari Daus (Vokal), Agus (Bass), Ahwan (Gitar), Khanif (Gitar), Afif (Keyboard), Ardian (Perkusi), Fahmi (Terumpet), Riski (Saxophone 1), Bondan (Saxophone 2), Duden (Drum) memastikan bahwa MIGSEL siap melangkah menembus belantara musik di dunia.

Waktu-waktu ini mereka juga tengah sibuk membuat lagu yang akan mereka rilis di waktu dekat yang mana lagu itu mereka persembahkan untuk tim kebanggaan kabupaten Batang yaitu Persibat Batang.

“Kami mohon doa dan dukungannya semoga proses rilis single ke-4 kami berjalan dengan lancar,” kata pentolah band Migsel Daus.

SERING NGOVER LAGU JADUL

Band Migsel terbilang unik, bagaimana tidak, disaat band lain suka mengcover lagu-lagu barat seperti Bob Marley, Tokyo Ska Paradise, Alpha Blondy, dan band bergenre reggae ska lainnya, malah band ini suka mengcover atau mengaransemen lau lagu lawas seperti lagu Gethuk, Tenda Biru, Nonton Bioskop, Kau Tercipta Bukan Untukku dan lainnya.

“Bagi kami lagu ini adalah lagu legend dari indonesia, kalau bukan kita yang bawakan, lalu siapa lagi, biarkan lagu ini selalu bersuara meskipun dengan genre yang berbeda,” kata pria yang juga manager band migsel itu.

“Biarkan ini menjadi ciri khas band migsel yang selalu membawakan lagu-lagu zaman dulu,” pungkasnya. [Ham/red]

comments

leave a comment

Create Account



Log In Your Account