Ide Kreatif dan Inovatif Ciptakan Desa Lebih Maju

BATANG [Kompos.Net]—Salah satu kemajuan desa yang terlihat yakni Desa Karangrejek, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul Yogyakarta. Bahkan sejak tahun 2012 menggalang kerja BUMDesa-nya dengan usaha Pengelolaan Air Bersih Tirta Kencana (PA BTK) dan membukukan keuntungan bersih Rp138 juta kala itu.

Air bersih adalah masalah yang sangat penting bagi desa berpenghuni 5000 – an jiwa ini karena sering dilanda kekeringan jika kemarau tiba. Berkat BUMDesa-nya yang kreatif, hantu kekurangan air yang bertahun-tahun menghantui warga Karangrejek, kini tak pernah datang lagi.

Desa yang super kreatif adalah Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Bantul. Inilah desa pemenang I Lomba Desa Nasional 2014 lalu. Segudang kreativitas ada di desa ini mulai dari transaparansi bidang pemerintahan, anti korupsi, memiliki Koran Desa, Bank Sampah yang membukukan keuntungan Rp360 juta pada 2014 lalu, gratis pemeriksaan hamil hingga melahirkan, ambulan desa dan dikenal sebagai Kampung Dolanan Anak. Saat ini sedang Panggungharjo sedang memulai beberapa agenda besar lain yang jauh lebih besar lagi.

Baca juga: Desa Kreatif Dari Dana Desa, Yuk Kelola Bumdes Dengan Baik

Nun jauh di Sulawesi Selatan, Desa Padang Balua, Kecamatan Seko menyengangkan khalayak karena prestasi. Meski tepencil dan jauh dari keramaian, Padang Balua adalah desa yang berlimpah bahan pangan. Desa yang memiliki bandara ini memiliki tradisi musyawarah tanian yang disebut Mukobu, yang membuat seluruh warga menjadi sangat toleran dan pintar mengelola pertaniannya.

Meski terpencil desa ini menghasilkan 930 ton hasil pertanian, berlipat-lipat banyaknya dibanding kebutuhan mereka yang hanya terdiri dari 300 KK. Hampir setiap KK di desa ini memiliki lumbung pangan yang menjamin warga desa ini tidak akan pernah kehabisan bahan pangan.

Lihat juga: Ikuti Pemasaran Online Produk Dari Desa Sariglagah Tembus Luar Negeri

Selain pertanian, perternakan juga menjadi andalan desa berpenduduk 1300-an orang ini. Tanah-tanah padang yang terhampar membuat peternakan berkembang dengan makmur. Desa ini memiliki peternakan berisi 805 ekor kerbau, 365 ekor sapi, 175 ekor kuda dan hewan ternak lain. Peternakan ini diatur oleh Peraturan Desa (Perdes) no 6 tahun 2008. Peran lembaga adat untuk menjaga keamanan dan kerukunan warga juga berjalan dengan baik di Padang Balua.

Karena kemampuan warganya yang hebat membangun kemakmuran itulah desa yang selalu dipeluk kabut karena hawa dingginya ini meraih Juara II Lomba Desa Tingkat Nasional 2014 lalu. Inilah desa yang persediaan pangannya berlipat-lipat kecukupannya.

Berkat tradisi Mukobu, Padang Balua mencapai surplus suplai pangan sejumlah 930 ton lebih per tahun. Betapa bergelimangnya pangan di Padang Balua, desa nan terpencil itu. Mereka memiliki lumbung padi rumah tangga sebanyak 300 unit sehingga tidak pernah mengalami rawan pangan dalam musim paceklik sekalipun. Di antara 330 KK berarti hanya 30 keluarga yang belum memiliki lumbung padi rumah tangga. (red)

leave a comment

Create Account



Log In Your Account