Indahnya Kolaborasi Budaya, Wisata dan Kuliner di Dukuh Sigemplong Bawang

Indahnya Kolaborasi Budaya, Wisata dan Kuliner di Dukuh Sigemplong Bawang

Indahnya Kolaborasi Budaya, Wisata dan Kuliner di Dukuh Sigemplong Bawang

BATANG [KOMPOS.net]—Bicara lokasi wisata di Kabupaten Batang Jawa Tengah, tentu yang terbesit di dalam pikiran yakni Kembang Langit, Pagilaran, Pantai Sigandung, Pantai Ujung Negoro, dan sejumlah pantai di wilayah Pantura.

Namun, tak semua tempat wisata itu memiliki kekhasan budaya dan kuliner tersendiri. Sigemplong, sebuah dukuh kecil di Desa Pranten Kecamatan Bawang Kabupaten menyuguhkan kolaborasi budaya, wisata, kuliner.

Kolaborasi itu terus dipromosi, didampingi serta digarap apik oleh Forum Komunikasi Mahasiswa Batang Indonesia (Forkombi) bekerja sama dengan pemuda setempat.

Ketua Forkombi Arthur Erwin P menyatakan potensi yang terlihat di Sigemplong untuk bidang wisata di antaranya ada curug dengan ketinggian 100 meter, telaga buatan air hangat, pemandian air hangat dan sunrise. Di bidang kuliner, salah satu makanan yang dikenal yakni gemplong.

Dari sisi budaya, disana ada tradisi yang dinamakan momongi. Dalam tradisi itu, saat ada orang ulang tahun, rumah orang yang ultah dilemari pakai kerikil. Ada juga berupa nyadran, dolalak atau sintren, dan lengger.

“Kuliner, budaya dan wisata sangat baik jika digarap serius. Ini nanti bertahap, step by step. Dan goalnya, menjadikan Sigemplong jadi desa wisata,” jelas pria yang akrab disapa Erwin kepada KOMPOS,Net, Senin (3/9/2018).

Dalam kesempatan itu, kata dia, teman-teman Forkombi juga melakukan bakti sosial dan sarasehan budaya selama dua hari yakni Sabtu-Minggu (1-2 September 2018).

“Kami juga menggagas di Sigemplong ini menjadi Kampung Nasionalis. Kalau di Kampung Pelangi Semarang didominasi beragam warna, kalau di Kampung Nasionalis didominias oleh warna merah putih dan dipenuhi oleh lukisan seni bernuansa nasionalisme seperti cerita sejarah sebelum Indonesia Merdeka, bisa dimulai dari Gerakan Budi Utomo, Sumpah Pemuda dan lainnya,” terang dia.

Untuk mewujudkan gagasan kampung nasionalis, Forkombi menargetkan tiga tahun dan dilakukan secara step by step. (Hamdi/red)

leave a comment

Create Account



Log In Your Account