Informasi Publik di Batang Memanfaatkan Aplikasi

Informasi Publik di Batang Memanfaatkan Aplikasi

Informasi Publik di Batang Memanfaatkan Aplikasi

SEMARANG [Kompos.Net]—Pengelolaan data Informasi Publik Pemerintah Kabupaten Batang di uji oleh Komisi Informasi Provinsi Jawa Tengah, bersama dengan Kabupaten dan Kota se-Jawa Tengah di Universitas Semarang (USM), Rabu (21/11/2018).

Bupati Batang, Wihaji mengatakan, pengelolaan informasi publik merupakan amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik yang sekarang menjadi kebutuhan masyarakat dan harus direspon cepat melalui informasi teknologi (IT) dengan aplikasinya maupun secara manual.

“Pemkab Batang memerioritaskan informasi publik yang dibutuhkan oleh masyarakat, bukan banyaknya aplikasi yang sifatnya informatif dan tidak terlalu di butuhkan masyrakat,” ungkapnya.

Kabupaten Batang juga lebih mentekankan untuk diprioritaskan lebih pada aplikasi pengaduan masyarakat lanjutnya, karena ini merupakan bagain pelayanan dalam merespon cepat aduan untuk ditindaklanjuti oleh masing – masing OPD yang mengampu.

“Inilah guna keterbukaan publik dan informasi publik, apa yang menjadi kebutuhan masyarakat kita tahu dan ditindaklanjuti, jangan sampai ada aduan yang tidak ditindaklanjuti,” terangnya.

Ia pun berencana akan menambah layanan hotspot wifi gratis di fasilitas publik, karena saat ini baru ada empat seperti Alun-alun Kabupaten Batang, Pasar Batang, Hutan Kota Rajawali, RSUD Kota Batang, Jalan Veteran dan Pendopo Kabupaten Batang.

“Informasi publik yang kita ingin memberikan manfaat yang paling banyak disetiap kebijakan yang kita keluarkan, jangan sampai regualsi tidak beanfaat bagi masyarakat Batang, kita juga memiliki aplikasi e- santunan kematian, PSC 119 Si Slamet, Sistem Informasi Pendaftaran Online RSUD yang manfaatnya bisa dirasakan cepat oleh masyarakat,” pungkasnya.

Tim Penilai dari Kabid FPPI Kementerian Dalam Negeri, Handayani Ningrum mengatakan, banyaknya aplikasi bukan lebih bagus dalam pelayanan publik, tapi lebih menekankan tingkat efektifitas dan manfaat dari aplikasi.

“Banyaknya pengaduan masyarakat juga bukan berarti pelayanannya yang jelek, tapi banyaknya pengaduan dan permintaan informasi harus selalu terselesaikan dan terpenuhi semuanya,” sambungnya. (Edo/red)

leave a comment

Create Account



Log In Your Account