JAM KERJA, KADES ENGGAN TEMUI WARGA

Pemalang [kompos.net]—Senin adalah hari pertama kerja yang menyenangkan, setelah menikmati liburan bersama orang-orang tersayang. Hal ini tak terkecuali bagi para Aparatur Sipil Negara atau ASN di Indonesia, dari tingkat pusat sampai tingkat bawah: lurah atau kepala desa. Untuk itulah, semua ASN wajib hadir dan melaksanakan tugas pokok sesuai jabatan struktural dan jam kerjanya.

Namun, pagi itu, sekira pukul 08.30 WIB ada pemandangan yang tak biasa.

Pada Senin (9/4/2018), datanglah dua orang ke Balai Desa Purwosari, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang. Mereka adalah Kusnadi (60), ayahanda Edy Junaedi, si penderita lepra atau kusta sejak 4 tahun lalu, diantar oleh satu sahabat lama (yang tak mau disebutkan namanya). Adapun maksud kedatangan mereka adalah untuk menanyakan perihal pengobatan dan perawatan bagi Edy.

Saat sampai di Kantor Desa Purwosari, ternyata sang kepala desa (kades) belum hadir di kantor. Mereka pun ditemui oleh ibu kepala dusun (kadus). Tanpa basa-basi, keduanya menyampaikan hajat, termasuk keinginan Edy agar bisa dirawat di Rumah Sakit Donorejo, Jepara, Jawa Tengah. Hal ini juga turut didengar oleh perangkat desa yang lain di kantor desa itu.

Setelah sampaikan keinginannya, keduanya disarankan oleh Ibu Kadus Sri Wiyati untuk menemui Pak Kades Fala Sukmawan di rumahnya.

“Silakan, Pak. Panjenengan ke rumah Pak Kades saja biar lebih enak. Bapaknya di rumah kok,” katanya.

Berhubung saat itu layanan untuk pelbagai keperluan warga di kantor juga cukup banyak, akhirnya mereka berpamitan untuk menuju rumah sang kades.

Selang beberapa saat, sesampainya di rumah Pak Kades, ternyata yang dimaksud sedang tidur di kamarnya.

“Maaf, Kadesnya baru saja tidur. Semalam habis hadiri hajatan warga. Dedek (panggilan anak Kades-red)  juga kebetulan lagi rewel banget,” beber seorang perempuan yang menemui kedua tamunya.

Setelah dipersilakan duduk menunggu, mereka tak jua berhasil bertemu Pak Kades.

Sesaat mereka menunggu, ibunda Pak Kades menyapa, sembari duduk menemui mereka dan  menanyakan tentang keperluannya.

“Oh, ya, maaf. Bapak berdua dari mana? Ada keperluan apa?” tanya Ibunda.

Kusnadi, bapak dari Junaedi itu menyampaikan bahwa kedatangannya ke rumah Pak Kades, di samping silaturahim, juga ingin berkonsultasi serta meminta saran dari Pak Kades, selaku pamong yang dituakan di Desa Purwosari perihal pengobatan anaknya.

“Ya, Bu. Kami bertujuan meminta saran dari Pak Kades. Sudah lebih dari empat kali Pak Kades susah kami temui, baik di kantor maupun di rumah. Padahal, yang akan kami sampaikan sangat darurat sekali, mengingat anak saya sudah semakin kronis penyakitnya,” ungkap Kusnadi kepada ibu dari kades Purwosari dengan raut muka kecewa.

Dirasa cukup lama hingga pukul 10.00 WIB, sementara sang Kades belum juga bangun, akhirnya mereka sepakat pamit pulang ke Dusun Dua Sirandu.

Sesampainya di rumah, Edy Junaedi (penderita kusta-red) menghubungi Sekdes Purwosari yang kebetulan hari itu masih mengikuti rapat di Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang. Oleh Sekdes langsung direspons sigap dan langsung dikoordinasikan dengan para pihak yang bersangkutan. Dari koordinasi itu dihasilkan keputusan bahwa pihak rumah sakit Donorejo yang akan melakukan penjemputan langsung di rumah Edy Junaedi dalam kurun satu minggu ke depan.

Miskomunikasi

Tik tok waktu berlalu. Setelah kedatangan mereka berdua siang itu, selang hari ketiga, Senin (9/4/2018), timbul desas-desus dari Ibu Kadus Sri Wiyati. Ia mengatakan kepada keluarga Junaedi bahwasanya Pak Kades merasa tersinggung atas kedatangan Junaedi dan temannya. Sontak, setelah mendengar kabar itu, sahabat lamanya pun merasa kaget. Toh, kedatangannya dengan Kusnadi sebatas mencari celah solusi, bukan meminta uang, apalagi memeras.

Pada Sabtu (14/4/2018) sekira pukul 19.30 WIB, kompos.net bertamu ke rumah Kades Purwosari Fala Sukmawan guna meminta klarifikasi atas duduk permasalahan yang sebenarnya.

Sesampai di rumah sang Kades, kami disambut oleh kakaknya. Ia tampak bolak-balik keluar masuk ruang tamu dan kamar, yang akhirnya membawa pesan bahwa Pak Kades sedang tak ada di rumah.

“Maaf, Pak. Pak Kades baru saja keluar, dijemput perangkat desa untuk menghadiri pengajian dalam rangka Isra’ Mi’raj di dusun sebelah,” ujar kakak perempuannya itu.

Kami pun mengiyakan dan sekadar menanyakan kepulangannya. Ketika kami meminta nomor ponselnya juga si kakak tak mengamini.

“Maaf, saya tidak punya nomornya,” jawab si kakak.

Akhirnya, kami pamit, dan lagi-lagi tak berhasil bertemu dengan sang Kades.

Saat ditemui tim kompos.net di kediamannya, Edy menyatakan keinginan kuatnya untuk sembuh. Dia berharap ada yang peduli dan mendapat perawatan intensif di rumah sakit yang khusus merehabilitasi penderita kusta.

“Saya ingin sekali berangkat dan menjalani rehabilitasi di Rumah Sakit Donorejo, Jepara,” ungkap Edy pasrah. (RS/red)

leave a comment

Create Account



Log In Your Account