Jelang Pemilu, KPU Adakan Bimtek  Pemungutan, Penghitungan dan Rekapitulasi Suara

Jelang Pemilu, KPU Adakan Bimtek  Pemungutan, Penghitungan dan Rekapitulasi Suara

Jelang Pemilu, KPU Adakan Bimtek  Pemungutan, Penghitungan dan Rekapitulasi Suara

Pekalongan, [kompos.net] – Menjelang hari pemungutan suara Pemilu 2019 yang digelar pada 17 April mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pekalongan mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemungutan, Penghitungan dan Rekapitulasi Perolehan Suara kepada PPK se-Kota Pekalongan di Hotel Nirwana, Minggu (24/3/2019).
Selain mengundang PPK, KPU Kota Pekalongan juga mengundang PPS beserta Sekretariatnya dan Ketua Panwascam atau yang mewakili serta PPL.
Ketua KPU Kota Pekalongan, Rahmi Rosyada Thoha, mengatakan bahwa bimtek serupa yakni tahap I telah dilaksanakan beberapa waktu lalu. Sedangkan bimtek tahap II yang digelar hari ini dibagi dalam dua gelombang yakni gelombang pertama diperuntukkan untuk Kecamatan Pekalongan Utara dan Pekalongan Timur. Untuk gelombang kedua bagi Kecamatan Pekalongan Selatan dan Pekalongan Barat yang akan dilaksanakan pada tanggal 26 Maret mendatang.
“Bimbingan teknis tahap II, yang pertama dulu membahas tentang pemahaman dasar. Untuk tahap II ini lebih difokuskan pada simulasi hal-hal teknis khususnya yang dihadapi KPPS pada hari pemungutan suara.” kata Rahmi.
Dijelaskan Rahmi, bimtek ini bertujuan untuk memberikan pembekalan dan pemahaman yang sama kepada peserta perihal tatacara pemungutan, penghitungan dan rekapitulasi perolehan suara pada Pemilu 2019.
“Harapannya hal-hal teknis bisa dipahami oleh PPS setelah ini mereka diwajibkan memberi Bimtek serupa kepada KPPS. Peran penyelenggara baik PPK, PPS, KPPS sangat penting dimana PPK merupakan kepanjangan tangan dari KPU dalam mengkoordinasi PPS saat melaksanakan tugasnya. Sedangkan PPS selain melakukan pemutakhiran data pemilih, mereka juga wajib menyampaikan sosialisasi kepada masyarakat berkaitan dengan pemilu,” jelas Rahmi.
Rahmi menerangkan terkait dengan surat suara yang sah maupun tidak sah, penentuannya adalah pada saat penghitungan di TPS. Hal itu menjadi kewajiban KPPS berdasarkan kriteria terhadap hal-hal yang harus diputuskan KPPS dan para saksi parpol juga pengawas TPS yang berasal dari Bawaslu.
“Yang kita tegaskan bagi para pemilih adalah ntuk menandai surat suara satu kali saja pada nama partai, nomor partai, nomor caleg, atau nama caleg pada surat suara masing-masing,” tegas Rahmi.

Pada akhir sesi acara, diadakan simulasi pada hari pemungutan suara di TPS guna dijadikan bekal pemahaman peserta sekaligus mematangkan persiapan penyelenggaraan dalam menghadapi pemilu nanti.

(uly/laila)‎

leave a comment

Create Account



Log In Your Account