Keceriaan Anak-Anak Pecah Saat Mengikuti Lomba Langenan

Keceriaan Anak-Anak Pecah Saat Mengikuti Lomba Langenan

Keceriaan Anak-Anak Pecah Saat Mengikuti Lomba Langenan

BATANG [Kompos.Net] – Renang menggunakan pelampung ban dalam diselenggarakan oleh BPK Oi Batang dan Pemuda Kecepak yang digelar di aliran sungai irigasi yang melewati Desa Kecepak, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang.

Acara tahunan yang diadakan pada minggu pertama di bulan syawal ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi di moment idul fitri bagi warga Desa Kecepak maupun masyarakat umum yang sengaja datang untuk mengikuti lomba semarak syawalan ini. Diikuti hampir ratusan peserta anak anak ini berlangsung sejak pagi dihari Minggu(9/6/2019).

Kieta (8 tahun), salah satu peserta dari Wonotunggal datang lebih awal dari peserta lainnya, bermaksud untuk berlatih dahulu sebelum lomba dimulai, meskipun sayangnya ia hanya mampu sampai di delapan besar karena dikalahkan oleh Kheza (8 tahun) peserta dari tuan rumah.

Fandillah, selaku panitia menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah salah satu upaya mengenalkan potensi wisata lokal yang ada di Desa Kecepak serta ingin memperlihatkan keelokan sungai yang selama ini dijaga kebersihannya.

“Sungai irigasi yang mengalir melewati sini kami jaga kebersihannya, kami ajak warga untuk tidak membuang sampah di sungai” ujar bapak tiga anak ini.

Selain untuk anak anak, “river tubing” sebutan keren untuk lomba langenan ban ini juga diadakan untuk peserta dewasa dengan hadiah uang tunai bagi pemenangnya.

Faris (37 tahun) peserta dari Krapyak Pekalongan yang datang berkunjung ke saudaranya yang ada di Batang sengaja memilih hari ini agar bisa sekalian melihat semaraknya lomba langenan ban. Tak hanya melihat, ia tertarik ikut terjun sebagai peserta lomba, meskipun akhirnya harus mengakui kekalahannya.

“Kelihatanya sangat mudah, hanya tidur telentang di atas ban kemudian tangannya mendayung ke air, tapi ternyata susah, harus punya trik dan cara agar ban yang dinaiki bergerak lurus ke arah finish” kata Faris.

Fajar, selaku Ketua BPK Oi Batang mengatakan bahwa lomba ini adalah salah satu wujud kreatifitas pemuda yang wajib didukung.

“Saya sangat mengapresiasi kerja keras teman teman semua yang dengan semangat mampu memanfaatkan momentum bulan Syawal ini menjadi sebuah perhelatan tahunan yang sangat menghibur dan positif ini,” ujar pria muda bernama lengkap M. Nasrul Fajar MI.

Adi (9 tahun) sangat bergembira, pasalnya ia menjadi juara satu pada Syawal tahun ini, sedangkan tahun lalu ia hanya bisa merebut juara harapan. Panitia memberikan hadiah berupa trofi, buku, dan alat tulis serta sejumlah uang.

Dengan menggunakan sistem gugur, panitia berhasil menyaring empat besar sebagai juara untuk diberi hadiah. Tak hanya para juara saja yang diberi hadiah, namun seluruh peserta diberi hadiah hiburan berupa buku tulis dan pulpen, meskipun pendaftarannya digratiskan karena panitia ingin lomba ini bisa lebih ramai dari tahun-tahun sebelumnya. (fjr/Oi)

leave a comment

Create Account



Log In Your Account