Keren! Wisata Pagilaran Akan Ada Paket Tea Tour

Keren! Wisata Pagilaran Akan Ada Paket Tea Tour

Keren! Wisata Pagilaran Akan Ada Paket Tea Tour

Batang, [kompos.net]- Paket wisata Tea Tour nampaknya akan membuat suasana baru dan lengkap di wisata  Kebun Teh Pagilaran. Pasalnya Bupati Batang Wihaji bersama para OPD (Organisasi Perangkat Daerah),  Komunitas, Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata), dan warga Dukuh Andongsili RT 6 RW 3 Desa Gondang Kecamatan Blado  pada Sabtu (23/3/2019) telah melakukan ujicoba rute yang akan dijadikan jelajah kebun teh menggunakan mobil off road. Program paket wisata Tea Tour yang menggandeng PT Pagilaran itu berkonsep serupa dengan wisata di Bromo dan Merapi.

“Di pedukuhan Andongsili kita mau membuat paket wisata Tea Tour, dengan konsep wisata seperti di Bromo dan Merapi, bedanya kalau disini di kebun Teh. Sudah dua kali saya uji, memang  belum kita putuskan, kita masih kaji dengan menggandeng PT Pagilaran, masyarakat setempat. komunitas, dan Pokdarwis,” ungkap Bupati Batang Wihaji usai Melakukan ujicoba.

Dia menuturkan paket wisata Tea Tour, dimulai dari Wanawisata Sikembang, melewati Dukuh Andongsili kemudian finish di Kebuh Teh Pagilaran. Wisatawan yang ingin menikmati paket wisata tersebut cukup merogoh kocek sekitar Rp. 400 ribu. Pengunjung sudah bisa berkeliling ke kebun teh dengan mobil off  road berkapasitas penumpang empat orang.

“Setelah kita uji coba, Tea tour berlangsung lebih dari dua jam, dengan jarak tempuh  kurang lebih sejauh 30 kilometer. Dari wisata ini, pengunjung bisa merasakan sensasi adrenalin mengendarai off road sembari menikmati alam pegunungan,” ucapnya.

Dijelaskan  Wihaji, wisata Tea Tour menyuguhkan panorama kebuh teh pagilaran, dengan latar pemandangan eksotis gunung Kamulyan. Tidak hanya itu, wisatawan bisa menjajal memetik teh secara langsung dari kebun teh bersama petani setempat.

“Maksimal tahun 2020 harus terealisasi, sehingga setelah berkembangnya wisata ini, harapannya bisa menggerakan sektor ekonomi warga setempat, “katanya.

Selain itu, Wihaji, menerangkan Pemkab Batang dalam mengembangkan Wisata di Kabupaten Batang bakal menggunakan skala prioritas, artinya mengedepankan salah satu wisata sehingga bisa meningkatkan branding Wisata Batang.

Dia menjelaskan telah menyusun konsep ‘4 Si’, masing-masing Sikembang yang mewakili sektor pariwisata Pegunungan. Kemudian Silurah yang mewakili wisata Budaya,adat dan sejarah. Selanjutnya Sigandu yang mewakili wisata pantai, dan terakhir Sikuping yang mewakili wisata fun sport, dan extreme sport.

“Empat hal itulah yang kita kedepankan, nantinya wisata tersebut saling terintegrasi,
Sekaligus kita bikin paket wisata, jadi kalau ke Batang tujuannya tidak hanya satu,” imbuhnya.

Wihaji membeberkan pemerintahannya memang berusaha menggeliatkan sektor pariwisata. Lantaran sektor ekonomi pada era ini, digerakan oleh dua hal, pertama dari sektor investasi dan yang kedua dari sektor Pariwisata.

Makanya Pemkab menggelontorkan dana APBD yang diperuntukan untuk perbaikan infrastruktur wisata, diantaranya pantai Jodo sejumlah Rp. 5 miliar, Jalan deles Rp. 6 miliar, dan lainnya.

“Tahun ini infrastruktur berupa akses jalan ke wisata jadi prioritas karena ini menjadi salah satu kunci sukses pariwisata,” tegas Wihaji.

Sementara anggota tim percepatan wisata Kabupaten Batang, Raditya wahyu mengatakan titik wisata di Kabupaten Batang terdapat 63 spot wisata. Dengan jumlah tersebut tentu berat untuk mengembangkan wisata Batang secara keseluruhan dalam waktu bersamaan.

“Potensi banyak tetapi belum dikelola maksimal. Ini terjadi karena  terkendala keuangan maupun SDM,tetapi kita harus optimis dapat mengembangkan wisata tersebut,” katanya.

Menurut Raditya,  mengatasi kendala dalam mengembangkan wisata, solusinya harus bersifat kolaboratif yang real, seperti dari pendanaan bersama, dan menggunakan dana Desa.

Kemudian didukung dari segi aksebilitas, ini sudah didukung pemkab Batang dengan reaktivasi stasiun Batang, sehingga menambah pilihan moda transportasi wisatawan  menuju ke Batang.

“Terakhir kita harus mengembangkan metode Informasi dan Teknologi (IT), jadi segmentasi pengunjung ke Batang yang mayoritas  dari internet bisa peroleh informasi yang memadai. Ini masih kita garap dan tahun depan kita pastikan Kabupaten Batang dikolom pencarian Google lebih viral,” tandasnya.

Direktur keuangan PT Pagilaran, Arman menuturkan, semangat Pemkab Batang dalam membangun wisata di wilayahnya, selaras dengan PT Pagilaran yang lagi mengembangkan agrowistaa Pagilaran yang lebih baik, agar memberikan kesejahteraan bagi masyarakat setempat.

Apalagi dalam menghadapi Industri Pertanian 4.0, kemampuan manusia bakal digantikan oleh mesin atau mekanisasi, sehingga petani kedepan bakal tergeser.

“Saya kira pariwisata bisa menjadi solusi bagi masyarakat, sebagai alternatif sumber ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (uly)

leave a comment

Create Account



Log In Your Account