Komitmen Cegah Korupsi, Wihaji Jadi Narasumber Larwasda Tingkat Provinsi

Komitmen Cegah Korupsi, Wihaji Jadi Narasumber Larwasda Tingkat Provinsi

Komitmen Cegah Korupsi, Wihaji Jadi Narasumber Larwasda Tingkat Provinsi

KARANGANYAR, Jateng [kompos.net] – Dipandang memiliki komitmen tinggi dalam pencegahan tindak pidana korupsi di Kabupaten Batang, Bupati Wihaji didaulat sebagai narasumber Gelar Pengawasan Daerah (Larwasda) Provinsi Jawa Tengah yang berlangsung di Hotel Alisa, Kabupaten Karanganyar, Rabu, (24/10/2018).

Komitmen tersebut dilandasi dengan penerapan e-Planning, e-Budgeting, dan sistem lainnnya yang sudah mendapat rekomendasi dari lembaga anti rasuah atau KPK sebagai pusat rujukan dari berbagai daerah di Indonesia.

Wihaji, di hadapan peserta Larwasda, mengatakan, suatu tindak korupsi dapat dilakukan oleh siapa saja, apalagi dalam sebuah pemerintahan. Dalam lingkup itu memiliki cukup kesempatan dan peluang melakukan tindakan yang tidak bermoral.

“Ada beberapa celah yang sering dijadikan tindak korupsi, di antaranya meliputi faktor eksternal dan internal,” kata Wihaji.

Ada beberapa potensi untuk melakukan korupsi, di antaranya bidang perizinan, jabatan, perencanaan, dan mutasi jabatan pimpinan yang bisa menjadi sarang terjadinya korupsi di pemerintahan.

“Dari empat bidang tersebut yang berpotensi menjadi lahan korupsi, yang paling banyak terjadi yaitu mutasi pimpinan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa setiap ada mutasi jabatan ada potensi seorang bupati memanfaatkan untuk menjual jabatan tersebut. Dan, untuk mencegah korupsi diperlukan komitmen seorang pimpinan daerah, karena tindak korupsi 40 % karena sistem dan 45 % pimpinan daerah, lanjutnya. Adapun 15 % faktor lainnya.

Wihaji juga menyampaikan di Kabupaten Batang memiliki 101 aplikasi yang digunakan dalam pemerintahan untuk mencegah tindakan korupsi.

“Ada beberapa aplikasi yang menjadi rujukan kabupaten lain yang digunakan Pemkab Batang, antara lain e-Planning, e-Budgeting, yang mendapat rekomendasi dari KPK,” jelas Wihaji.

Dalam pencegahan korupsi, Pemkab Batang mampu menghemat anggaran sehingga bisa kita gunakan untuk menaikkan  tunjangan bagi tenaga fungsional Unit Layanan Pengadaan (ULP).

Sementara Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono mengimbau, pemerintah kabupaten atau kota tidak perlu malu menimba ilmu dari kabupaten lain untuk kemajuan daerah. Provinsi Jawa Tengah pun akan belajar ke kabupaten jika memang itu bagus diterapkan.

“Di Kabupaten Batang ada namanya e-Kematian, yang jika ada warga miskin meninggal akan mendapat santunan kematian dalam waktu satu hari. Ini bagus dan bisa kita tiru,” ujar Sri Puryono. (Edo/red)

leave a comment

Create Account



Log In Your Account