Pakai Kostum Dayak, Bupati Batang Bersama Wakilnya Ikut Jadi Peserta Karnaval

Pakai Kostum Dayak, Bupati Batang Bersama Wakilnya Ikut Jadi Peserta Karnaval

Pakai Kostum Dayak, Bupati Batang Bersama Wakilnya Ikut Jadi Peserta Karnaval

BATANG, Jateng [kompos.net]—Masyarakat Desa Bulu, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang sangat antusias menyaksikan pawai karnaval dalam rangka memeriahkan tujuh belasan atau HUT ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dalam pawai tersebut aneka kesenian ditampilkan oleh masing-masing peserta. Di antaranya kesenian tongprek, kuntulan, dan sebagainya.

Adapun pawai tersebut dilaksanakan di Desa Bulu, Kecamatan Banyuputih pada Sabtu (25/8/2018). Pada kesempatan tersebut, Bupati Wihaji yang didampingi wakilnya Suyono melepas jalan pawai dalam rangka memeriahkan HUT Republik Indonesia Ke 73.

Bupati Batang Wihaji sangat gembira dengan adanya pawai karnaval pembangunan, walaupun kegiatan ini tingkat desa, tetapi keramaiannya sangat luar biasa.

“Dan saya sangat salut karena masyarakat Batang ini khususnya warga Desa Bulu di Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat partisipasinya sangat tinggi,” ungkapnya.

Bupati dan wakilnya, Wihaji dan Suyono, juga menyempatkan jadi peserta karnaval dengan memakai kostum ala Dayak. Beliau berdua ikut jalan kaki dan bergabung dengan peserta karnaval lainnya. Beliau berdua menyapa kepada masyarakat yang ikut menyaksikan karnaval, bahkan banyak peserta lain ikut bergabung dengan bupati dan wakilnya hanya untuk berswafoto.

“Saya selaku kepala daerah bergabung dengan peserta karnaval karena sangat ramai dan mereka adalah anak-anak kita yang sedang melaksanakan dan memeriahkan. Ini bagian dari partisipasi kita bahwa mereka berkomitmen maka kita juga sama-sama komitmen agar guyub rukun mbangun Batang,” ujar Wihaji.

Karnaval tersebut sangat meriah dan antusias warganya sangat luar biasa, walaupun dengan biaya swadaya, di mana masyarakatnya dimintai iuran lebih mudah untuk kegiatan HUT Kemerdekaan. Jadi, masyarakatnya merasa memiliki Indonesia ini sangat luar biasa dan komitmen untuk NKRI ini juga luar biasa karena untuk kegiatan-kegiatan yang sifatnya pengeluaran ini rata-rata iuran atau kuntengan warga yang iuran ada yang Rp 2000,- dan ada yang  Rp 3000,- jadi kegiatan ini murni swadaya masyarakat untuk kegiatan pawai karnaval dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-73.

Dia menambahkan bahwa dalam rangka HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ini yang saya lihat perputaran ekonominya sangat luar biasa untuk se-Kabupaten Batang perputaran perekonomiannya bisa mencapai Milyaran dan bisa kita lihat dari sewa baju atau kostum, sampai belanja alat, kertas, bedak dan sebagainya.

“Hampir semua desa menyelenggarakan karnaval, bahkan di  tingkat RT pun menyelenggarakan perlombaan. Artinya bahwa semangat kecintaan terhadap NKRI tetap tinggi dan partisipasi masyarakat terhadap kecintaan NKRI juga sangat tinggi sehingga ini menumbuhkembangkan rasa nasionalisme dan secara ekonomi ini bagus karena dapat membantu pertumbuhan dan sekaligus daya beli masyarakat,” tandas Wihaji. (red)

leave a comment

Create Account



Log In Your Account