Serunya Berjelajah di Agrowisata Pagilaran

Serunya Berjelajah di Agrowisata Pagilaran

Serunya Berjelajah di Agrowisata Pagilaran

BATANG [KOMPOS.Net]—Bila bersinggah di Kabupaten Batang Jawa Tengah, jangan lupa mampir ke agrowisata dengan pemandangan asri dengan perbukitan penuh tanaman teh yakni Pagilaran.

Kebun teh itu jadi agrowisata unggulan di kabupaten yang dilalui Jalur Pantura ini. Lokasinya di Desa Pagilaran, sekitar satu jam dari pusat Kabupaten Batang, ke arah selatan. Dengan luas 1.130 hektare, Kebun Teh Pagilaran berada di atas 600-1.600 meter di atas permukaan laut. Tidak heran, suhu sekitar 16 derajat  saat pagi hari menjelang matahari terbit.

Salah satu atraksi wisata agro yang bisa Anda nikmati di sini ialah tea walk, menelusuri enam kilometer jalur perkebunan teh. Agar tidak ketinggalan momen memetik teh, pengunjung harus keluar sekitar pukul 05.00-06.00 pagi. Udara dingin jadi tantangan tersendiri menikmati indahnya matahari terbit di tengah kesegaran kebun teh.

Ada dua tipe tea walk yang bisa diikuti yakni menggunakan truk menuju perbukitan, atau berjalan di kebun sekitaran pabrik.

Anda bisa memilih ikut rombongan truk dengan berkeliling kebun teh menuju Bukit Kamulyan. Truk yang digunakan ialah truk double, dengan tinggi sekitar satu meter. Perjalanan terjal naik turun dengan kontur bebatuan akan dilalui wisatawan. Jatuh bangun karna guncangan di dalam truk pun jadi hiburan tersendiri.  Ada yang memilih berdiri untuk melihat pemandangan, ada pula yang duduk karena mual.

Di beberapa titik yang menyuguhkan pemandangan kita bisa turun untuk berfoto. Puncaknya setelah sekitar tiga kilometer, terlihat kebun yang menawan dengan barisan ibu-ibu pemetik teh. Anda bisa turun, berfoto bersama mereka bahkan belajar memetik teh yang baik itu seperti apa. Berfoto di tengah rimbunnya pepohonan teh dengan latar pegunungan jadi hal yang tidak boleh dilewati di sini. Belum lagi udara yang sejuk dan hangatnya sinar mentari pagi, jadi hal yang istimewa untuk dinikmati. Usai menelusuri kebun dan lahan pembibitan teh, saatnya wisatawan menuju pabrik pengolahannya. Di dalam pabrik tersebut, setiap tahunnya tidak kurang 8.000 ton teh diproduksi.

Menurut pengelola Pagilaran, 70-80 persen teh diekspor ke luar sebagai teh premium. Sebab, di Indonesia belum ada pasarnya. Kebun yang dikelola Universitas Gajah Mada (UGM) ini mengirim teh hitam yang diproses secara ortodoks dan teh hijau kualitas premium ke Amerika, Inggris, Rusia, dan Jepang. Di kawasan pabrik, Anda akan diajak berkeliling melihat mesin-mesin teh dengan ukuran sangat besar, rata-rata ukurannya sebesar mobil. Mulai mesin oksidasi, pengeringan hingga sortasi. Wisatawan akan diajak ke bagian atas, untuk melihat proses produksi dari layar kaca. Karena pabrik ini sangat mengutamakan higienitas, Anda hanya bisa melihat dari atas melalui kaca, mulai pengeringan teh, sortasi, dan proses produksi lainnya. Anda juga bisa diantar ke belakang untuk melihat daun-daun teh yang sudah dipetik dan dikeringkan di mesin pengeringan pertama dengan blower, seperti dilansir Kompas.com.

Belum lengkap kalau ke sini tidak mencicip teh unggulannya. Terh premium pagilaran bisa Anda cicip di bagian kantor. Di sana terdapat kursi-kursi seperti kafe tempat menikmati teh asli Pagilaran. Rasa tehnya ringan, dan aromanya begitu segar. Anda juga bisa membawa pulang teh tersebut sebagai oleh-oleh. Harganya bervariasi, mulai Rp 800 hingga Rp 350.000 untuk teh putih kecil. (red)

leave a comment

Create Account



Log In Your Account